Skip to main content













Aku pernah ingat
Aku pernah bahagia di tiap senja
Di tiap meronanya langit, aku tersipu malu
Di tiap mentari perlahan turun, aku tersenyum kecil
Aku pernah merasakan senja yang begitu hangat
Genggaman tangan itu masih membayangi
Dua pasang mata yang berpura-pura mencuri pandang
Pelukan itu masih terasa
Dua pasang mata yang terkadang melirik langit,
memperhatikan samar-samar rembulan yang menunggu giliran tampil
“Lihat langit ini!”, kataku waktu itu
“Warnanya cepat sekali berubah,semoga kau tak seperti dia”
Kau pernah mengangguk
Kau pernah berjanji,
akan selalu ada di tiap senja
Memori itu masih kuat, sayang 
Dimana dirimu?
Haruskah aku meminjam senja yang dulu, pada pemiliknya?

Comments

Popular posts from this blog

cara membuat kolam terpal untuk ikan koi dan lele dengan mudah dan sederhana

Cara Membuat Kolam Terpal Secara Sederhana Dengan Kerangka Bambu Lengkap dengan Pipa Pembuangan smart-thinking-simple - Kolam terpal ikan lele dengan kerangka bambu menjadi alternatif pembuatan kolam dengan biaya lebih murah dibandingkan kolam terpal kerangka besi atau batu-bata. Karena terbuat dari kerangka bambu tentu dengan konsekuensi umur pakainya lebih pendek dibandingkan besi atau bata. Berikut ini proses pembuatan kolam terpal dengan kerangka bambu dengan posisi lantai kolam langsung di atas tanah tanpa penggalian. Kolam akan dibuat dengan pipa pembuangan sekaligus pengatur ketinggian air kolam. Kolam kerangka bambu ukuran 2 x 4 meter akan dibuat dari terpal berukuran 4 x 6 meter. Jumlah bambu yang diperlukan kurang lebih 10 biji dengan panjang rata-rata sekitar 7 meter. Membuat dinding kerangka kolam Potong bambu dengan ukuran 2 meter dan 4 meter. Sesuaikan jumlah bambu yang dipotong dengan jarak kerapatan bilah pagar bambu yang akan dibuat. Semakin rapat jar...